Senin, 28 Februari 2011

i need you



I need you

sungguh kurasakan kini saat kau jauh dari sisi
rindu yang mengusik dalam kalbu begitu hebat
demi cintaku padamu aku tak jemu berharap
hingga tiba nanti saatnya aku akan bertemu denganmu

kepadamu kuberikan apa saja untuk cintaku yang satu
aku sanggup mengarungi segalanya demi cintaku
bila musim akan berganti kasihku tak akan pernah terganti
hingga tiba saatnya nanti akan datang hari itu

semoga kau rasakan apa yang kurasa
semoga kasihmu tetap bersama diriku
kucoba memupus asa padamu, kubenam rindu dalam kalbu
agar saat pandang kita beradu, kusadari mimpiku masih milikmu

kugantung harapanku setinggi langit biru
agar engkau bisa “mencintaiku”
i need you.... forever....

by: ifan suherman

Kamis, 24 Februari 2011

Kekasih tak berkesudahan

 

Jemari tangan ini begitu rapuh ketika harus menggoreskan kata kata
yang terbaik untuk kita,  terbaik untukmu dan untukku
ditengah malam, berhiaskan cahaya bulan
yang akhirnya redup tertutup awan
saat itu pun hati ini tak lagi menjadi milikmu
aku hilang ditelan duka keterbuangan
yang nyata dengan segurat duka lara

selamat tinggal kasih tak berkesudahan
aku akan tetap mncintaimu dengan cara ku sendiri
aku mencintaimu seiring nafasku .
Berharap dapat menyayangimu sampai akhir hidupku.
Berharap semua ini takkan pernah berakhir .
Berharap kau selalu ada dalam setiap langkahku.

Maaf jika selama ini aku tak selalu mengerti dirimu .
aku hanya takut kau pergi, takut kau hilang dari hidupku
Karena aku  ingin kau jadi yang terakhir dihidupku .
Karna aku membutuhkanmu,
kasih sayangmu, perhatianmu, belaian-belaian lembutmu
mampu tenangkan hatiku

aku ingin kita slalu bersama sekarang, esok dan selamanya .
Entahlah mau bagaimana lagi..
Mungkin ini takdir dari sang ilahi.
Semua tak seperti yang ku harapkan,,
semua tak seperti yang ku dambakan,,
Bila nanti aku pergi,jangan pernah kau kenang lagi..

Hati ini telah sakit,,
cinta ini telah hancur,,
Kini biarkan aku sendiri,menyusuri jalan hidupku yg sepi.
selamat tinggal “kekasih yang tak berkesudahan”.

Selasa, 22 Februari 2011

aku menyayanginya...!!


Dimatamu,
Aku mungkin saja hanya ilusi atau bahkan mimpi belaka. Tapi aku tak peduli karena bagiku, kangen dan rindu ini begitu jelas untuk mu
Aku merasakan sesuatu saat ini, rindu akan dirimu, rindu melihat dirimu, rindu dengan senyuman dirimu. Hangat nya kecupan bibirmu menyentuh keningku, masihh sangat ku rasakan hingga saat ini. Hari ini mentari bersinar cerah, ku berharap diriku akan secerah mentari itu. Yang akan terus menyinari dirimu. Lamunan matahari merindukan bulan, mimpi bulan menunggu saat pertemuan.
Mengapa harus terjadi?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Dirimu begitu cepat masuk kedalam hidup ku
Tapi, apakah pantas aku seperti ini. Apakah hanya waktu yang bisa menjawabnya. Hatiku yang terbelenggu tidak bisa dibohongi oleh perasaan ini. Jika kau tidak ada mengapa mata ini selalu ingin mencari untuk melihatnya. Jika kau bicara mengapa telinga ini igin selalu mendengarnya. Jika tangan ini dingin mengapa selalu ingin digenggamnya.
Ya Alloh berilah petunjuk kepada diriku ini. Apakah aku salah seperti ini?
Salahkah diriku menyayangi dirinya.

Selasa, 08 Februari 2011

untuk "sahabatku" setelah kau baca kuharap engkau mengerti...!!! "maafkan aku"


Tidak ada yang salah di dirimu ketika perasaanmu mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang engkau cintai. Sahabatku, tidak pernah salah bagi siapapun untuk mencintai seseorang yang layak untuk dicintai. Tidak juga salah bagimu, ketika akhirnya mencintaiku.
Hari ini engkau menuliskan pesan pendek untukku. Kamu bilang kamu tulus mencintaiku. Sungguh, aku tidak tahu apakah benar ketulusan itu sebagaimana yang kau ucapkan, atau sesungguhnya pesan itu hanyalah sebaris kalimat penuh pengharapan agar aku mau menerima dirimu sebagai pendampingku. Sahabatku, tidak sedikitpun aku ingin memprotesmu atau meragukan tulisan pendek itu. Tiada guna bagiku hidup dengan keraguan atau kecurigaan.
Sahabatku, tiada henti ku ucap terimakasih karena engkau telah menyayangiku, meski engkau belum sepenuhnya mengerti baik burukku. Melihat sikapmu, aku jadi menyimpulkan bahwa cinta ternyata juga penuh resiko.
Sahabatku, semoga engkau tetap bisa menjadi sahabatku. Semoga esok, ketulusan cinta yang kau tuliskan terwujud dalam sebuah kebesaran hati untuk menerima kenyataan hidup bahwasannya seluruh perasaan dan perhatianku untuk seseorang yang telah lama kucintai. Aku pikir kamu sudah lebih dari tahu, pada siapa sesungguhnya seluruh perasaanku bermuara, mengingat awalnya kedekatan kita kupikir hanya sebatas persahabatan biasa dari dua insan beda jenis saja.
Sahabatku, andai aku bukanlah seorang yang tidak menghargai keberadaanmu, mungkin aku sudah memilih untuk marah kepadamu, sebab telah mengkhianati kepercayaanku yang menganggapmu sebagai seorang sahabat. Itu sama seperti kamu memanfaatkan seluruh informasi pribadi seputar diriku untuk meraih simpati dan perasaanku. Bukankah cinta yang tulus harusnya menyadarkan dirimu bahwa seluruh cinta tulusku sudah kucurahkan pada ia yang kucintai sekian tahun terakhir ini?
Sahabatku, tanpa bermaksud mengguruimu, mungkin sedikit pengalaman hidupku bisa sedikit kau ambil pelajaran tentang seperti apa cinta tulus menurut pandanganku. Seperti kamu tahu, tidak sedikitpun aku pernah memaksakan perasaan sayangku kepadanya yang kucintai sepenuh hati. Hanya kubiarkan ia tahu dan terus merasakan bahwa aku memang tulus mencintai dan menyayanginya, tidak pernah aku memaksanya untuk melupakan atau berhenti mencari yang lain. Dan, untuk kau tahu, ia yang kucintai itu juga sungguh-sungguh mengerti tentang seperti apakah ketulusan itu sendiri.