Selasa, 22 Maret 2011

untukmu

seandainya aku bisa menghampirimu mungkin saat ini aku sudah berada didekatmu
seandainya puisi ini dapat menghapus rinduku mungkin setiap saat akan kurangkai kalimat cintaku
Waktu yang panjang tak juga membuatku kebal dari tajam pesonamu.
kau cantik, itulah kata pertama yang tak kupungkiri
kau pintar, itulah kata kedua yang tak kupungkiri
kau baik, itulah kata ketiga yang tak kupungkiri
dan mungkin masih banyak lagi kata yang tak kupungkiri karenamu
biarlah kucinta cantikmu sebelum kau dipuja karena parasmu
biarlah kucinta pintarmu sebelum kau diagungkan karena hasil karyamu
biarlah kucinta baikmu sebelum kau dipuji karena kedermawananmu

tapi satu hal dariku, kumencinta bukan karena cantikmu, bukan karena pintarmu dan juga bukan karena baikmu
tapi aku mencinta karena dirimu dan sungguh sungguh hanya dirimu.
aku seperti hewan kecil dimalam hari yang terbang menuju indahnya cahaya lampu
namun tak butuh waktu berapa lama aku terjatuh tak sadarkan diri
haruskah ku kembali kecahaya itu dan terjatuh lagi
demi cintaku... semoga kau pahami ini
jangan memaksaku pergi, menuju tempat dimana kau tak berada disana.

Senin, 21 Maret 2011

kenanglah aku


ku sesali dirimu tak di sampingku malam ini
Tak pernah ku bayangkan diriku kau tinggalkan kau ucapkan perpisahan.
Tak mampu ku menahan rasa sedih di hati yang harus kehilanganmu
Baru ku sadari dan baru ku pahami diriku bukanlah untuk kau miliki.

kerang tak pernah bersedih ketika harus kehilangan mutiara
daun tak pernah menangis ketika harus gugur dari pohonnya
begitu juga lilin yang tak pernah menyesal harus meleleh demi menerangi 
tapi aku pasti akan bersedih, menangis dan menyesal
bila harus kehilangan orang yang aku sayangi

aku kan selalu menjaga dan mencintaimu..
andai kau tercipta untukku kan ku rangkai cinta terindah hanya untukmu
hanya satu yang kuingin darimu saat ini
kenanglah aku karena aku pernah ada hidupmu
ingatlah aku karena aku akan selalu mengingatmu